Kabar & Kegiatan Rayon
berita
Belajar Mengaji di Usia Lansia: Tidak Ada Kata Terlambat untuk Memulai
Banyak orang lanjut usia sebenarnya memiliki keinginan untuk belajar membaca Al-Qur’an, tetapi sering kali keinginan tersebut tertahan oleh rasa minder. Ada yang merasa kemampuan mengingat sudah menurun, ada yang takut salah ketika membaca, dan ada pula yang berpikir bahwa belajar mengaji seharusnya dilakukan sejak masih muda.
Padahal, usia bukan alasan untuk berhenti belajar. Selama masih memiliki kemauan dan kesempatan, seseorang tetap dapat mempelajari bacaan Al-Qur’an sedikit demi sedikit.
Yang terpenting bukan seberapa cepat seseorang mampu membaca, melainkan kemauan untuk terus berusaha.
Mengapa Belajar Mengaji Terasa Lebih Sulit Saat Sudah Tua?
Proses belajar pada usia lanjut mungkin membutuhkan waktu yang lebih panjang dibandingkan ketika masih muda. Mengingat bentuk huruf, membedakan bunyi, atau menggabungkan beberapa huruf menjadi satu bacaan terkadang memerlukan pengulangan berkali-kali.
Namun, kesulitan tersebut bukan berarti seseorang tidak mampu belajar.
Pikiran seperti “Saya sudah terlalu tua”, “Saya pasti sulit mengingat”, atau “Nanti malah salah terus” justru dapat membuat seseorang semakin enggan mencoba. Karena itu, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghilangkan rasa takut terhadap proses belajar.
Tidak perlu membandingkan kemampuan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki kecepatan belajar yang berbeda.
Mengapa Lansia Tetap Perlu Belajar Al-Qur’an?
Belajar membaca Al-Qur’an pada usia lanjut memiliki banyak nilai positif. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga dapat menjadi aktivitas yang menenangkan sekaligus mempererat hubungan dengan keluarga.
1. Memberikan Ketenangan Batin
Membaca dan mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dapat menjadi aktivitas yang menenangkan. Rutinitas mengaji juga dapat mengisi waktu dengan kegiatan yang bernilai ibadah.
2. Menambah Bekal untuk Kehidupan Akhirat
Belajar Al-Qur’an merupakan bentuk ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kesalahan dalam proses belajar tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti, karena yang penting adalah terus memperbaiki bacaan.
3. Menjadi Contoh bagi Anak dan Cucu
Ketika seorang kakek atau nenek tetap bersemangat belajar mengaji, anak-anak dan cucu dapat melihat langsung contoh tentang pentingnya belajar sepanjang hayat.
Bahkan, kegiatan mengaji dapat menjadi aktivitas keluarga. Orang tua dan cucu bisa saling menyimak dan mengingatkan bacaan.
Cara Belajar Mengaji yang Nyaman untuk Lansia
Tidak diperlukan metode yang rumit. Justru pembelajaran yang sederhana, teratur, dan dilakukan dengan suasana nyaman biasanya lebih mudah dijalani.
1. Kembali ke Dasar Jika Diperlukan
Tidak perlu merasa malu apabila harus memulai dari Iqro atau mengenal kembali huruf hijaiyah.
Mulailah dari materi yang benar-benar dikuasai. Setelah beberapa huruf mulai terbiasa, lanjutkan ke rangkaian huruf, kata, kemudian bacaan yang lebih panjang.
Mengulang materi dasar bukan berarti gagal. Justru pengulangan membantu membangun kembali ingatan.
2. Tentukan Waktu Belajar yang Tetap
Daripada belajar berjam-jam tetapi hanya sesekali, lebih baik menyediakan waktu singkat setiap hari.
Misalnya, luangkan sekitar 10–15 menit setelah salat Subuh atau setelah Magrib. Dengan jadwal yang teratur, belajar mengaji dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
3. Utamakan Pengulangan
Jika hari ini baru mampu mengingat beberapa huruf, tidak perlu memaksakan diri mempelajari terlalu banyak materi.
Ulangi materi yang sama sampai terasa familiar. Setelah cukup lancar, barulah menambah pelajaran baru.
Prinsipnya sederhana: sedikit, diulang, kemudian ditambah secara bertahap.
4. Manfaatkan Rekaman Suara
Bagi sebagian lansia, mendengarkan contoh bacaan dapat membantu mengenali perbedaan bunyi huruf dan panjang-pendek bacaan.
Guru mengaji dapat memberikan rekaman sederhana yang bisa diputar kembali di rumah. Dengan begitu, latihan tidak hanya dilakukan ketika bertemu guru.
5. Belajar Bersama Guru yang Sabar
Guru memiliki peran penting dalam proses pembelajaran lansia. Pilihlah pengajar yang tidak mudah terburu-buru, bersedia mengulang materi, dan memberikan koreksi dengan cara yang menyenangkan.
Jika memungkinkan, belajar secara langsung dalam kelompok kecil juga dapat membuat suasana lebih nyaman.
Menghadapi Kendala yang Sering Dialami Lansia
Setiap orang tentu mempunyai hambatan masing-masing. Beberapa kendala berikut dapat diatasi dengan latihan yang sesuai.
Mudah Lupa Huruf
Gunakan kartu huruf hijaiyah atau tulisan berukuran besar. Tempatkan di tempat yang mudah terlihat dan lakukan latihan secara rutin.
Tidak perlu menghafalkan semuanya sekaligus. Beberapa huruf dalam satu sesi sudah cukup.
Mata Cepat Lelah
Gunakan mushaf atau buku belajar dengan ukuran tulisan yang nyaman. Pastikan pencahayaan ruangan cukup dan berikan jeda ketika mata mulai terasa lelah.
Sulit Berkonsentrasi
Pilih waktu belajar ketika tubuh dan pikiran sedang dalam kondisi tenang. Matikan televisi atau kurangi gangguan lain selama beberapa menit.
Takut Salah Membaca
Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jangan menunggu sampai merasa mampu baru mulai membaca. Justru dengan membaca dan mendapatkan koreksi, kemampuan akan berkembang.
Merasa Minder
Jangan membandingkan kemampuan dengan anak-anak atau orang lain yang sudah lebih dahulu belajar. Fokuslah pada perkembangan diri sendiri.
Jik hari ini mampu membaca satu halaman lebih baik daripada kemarin, itu sudah merupakan kemajuan.
Dukungan Keluarga Sangat Berarti
Peran anak dan cucu juga sangat penting dalam membantu lansia belajar mengaji.
Hindari menertawakan ketika terjadi kesalahan. Sebaliknya, berikan kesempatan untuk mencoba kembali dan berikan apresiasi atas setiap perkembangan kecil.
Misalnya, anak dapat menemani latihan beberapa menit setiap malam. Selain membantu proses belajar, kebiasaan tersebut juga dapat menjadi momen kebersamaan yang bermakna.
Belajar mengaji bersama keluarga bahkan bisa menjadi rutinitas sederhana yang mempererat hubungan antara orang tua, anak, dan cucu.
Tidak Perlu Menunggu Bisa untuk Mulai
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menunggu sampai merasa siap. Padahal, kemampuan justru tumbuh setelah seseorang berani memulai.
Hari pertama mungkin hanya mengenal beberapa huruf. Beberapa minggu kemudian mulai mampu membaca rangkaian huruf. Setelah terus berlatih, bacaan pun perlahan menjadi lebih lancar.
Setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.
Karena itu, jangan menjadikan usia sebagai penghalang. Jangan pula merasa malu ketika harus belajar dari awal.
Penutup
Belajar mengaji untuk lansia bukan perlombaan untuk mencapai hasil secepat mungkin. Ini adalah perjalanan yang membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan ketekunan.
Mulailah dari kemampuan yang dimiliki sekarang. Luangkan waktu beberapa menit setiap hari, belajar bersama guru atau keluarga, dan jangan takut melakukan kesalahan.
Tidak masalah jika langkahnya kecil, selama tetap berjalan.
Sebab, membaca Al-Qur’an dengan lebih baik bukan hanya tentang kemampuan mengingat huruf dan bacaan, tetapi juga tentang kesungguhan untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Belum bisa hari ini bukan berarti tidak akan bisa selamanya. Mulailah dari satu huruf, satu bacaan, dan satu langkah setiap hari.
14 Aug 2026
Baca Selengkapnya
berita
Syarat Mengikuti FASI XIII
BADKO TKA-TPA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali mengajak seluruh unit TKA, TPA, dan TQA di wilayah DIY untuk mempersiapkan santri terbaiknya menyambut Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII.
FASI bukan sekadar panggung perlombaan. Di dalamnya ada ikhtiar untuk menumbuhkan keberanian, kecintaan kepada Al-Qur’an, semangat belajar, akhlak mulia, sekaligus mempertemukan anak-anak terbaik dari berbagai penjuru Daerah Istimewa Yogyakarta.
Karena itu, sebelum melangkah menuju arena FASI XIII, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap unit TKA-TPA agar proses pendaftaran dan keikutsertaan santri dapat berjalan tertib, lancar, dan sesuai ketentuan.
? Perhatikan Syarat Keikutsertaan FASI XIII DIY
Secara garis besar, beberapa persyaratan penting yang perlu dipersiapkan antara lain:
1. Usia Peserta Harus Sesuai Ketentuan JUKLAK
Usia merupakan salah satu persyaratan utama dalam FASI XIII. Ketentuan usia mengikuti Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) FASI XIII, termasuk revisi terbaru yang telah ditetapkan BADKO TKA-TPA DIY.
JUKLAK FASI XIII DIY dapat diunduh melalui halaman resmi BADKO TKA-TPA DIY:
Download JUKLAK FASI XIII DIY
Ketentuan usia terbaru berdasarkan revisi JUKLAK adalah:
Santri TKA: berusia antara 4 tahun sampai dengan 7 tahun pada tanggal 1 Juli 2027.
Santri TPA: berusia antara 7 tahun sampai dengan 12 tahun pada tanggal 1 Juli 2027.
Santri TQA: berusia antara 12 tahun sampai dengan 15 tahun pada tanggal 1 Juli 2027.
Karena itu, setiap unit diharapkan melakukan pengecekan usia calon peserta secara teliti sejak awal.
2. Peserta Merupakan Santri dari Unit TKA-TPA yang Terdaftar
Peserta FASI XIII merupakan santri TKA, TPA, dan TQA yang berada di bawah unit yang terdaftar di BADKO TKA-TPA DIY.
Terdapat perubahan penting dalam dokumen pembuktian status unit.
Jika sebelumnya peserta dibuktikan dengan surat keterangan Direktur TPA, maka berdasarkan revisi terbaru, pembuktian dilakukan dengan melampirkan:
Piagam Pendirian Unit TPA terbaru yang dikeluarkan oleh BADKO TKA-TPA DIY.
Dengan demikian, keberadaan dan legalitas unit TKA-TPA menjadi bagian penting dalam persiapan menuju FASI XIII.
Unit yang Belum Memiliki Piagam Pendirian Terbaru, Segera Melakukan Updating Data
Bagi unit TKA-TPA yang belum terdaftar dalam pendataan atau belum memiliki Piagam Pendirian terbaru, jangan menunggu sampai mendekati pelaksanaan FASI.
Segera lakukan pendataan/updating data unit melalui layanan yang telah disediakan di website BADKO TKA-TPA DIY.
Langkah kecil hari ini akan menjadi pintu bagi anak-anak kita untuk melangkah lebih jauh esok hari.
Segera lengkapi data unit dan dapatkan Piagam Pendirian terbaru.
3. Menyiapkan Fotokopi Akta Kelahiran
Setiap calon peserta juga perlu mempersiapkan fotokopi akta kelahiran sebagai salah satu dokumen administrasi peserta.
Dokumen ini penting untuk memastikan kesesuaian identitas dan usia peserta dengan ketentuan kategori lomba yang diikuti.
Karena itu, mari periksa kembali kelengkapan dokumen santri sejak sekarang. Jangan sampai semangat anak untuk berprestasi terhambat hanya karena dokumen administrasi yang belum siap.
4. Satu Santri Tidak Boleh Dobel Lomba
Setiap santri perlu diperhatikan pembagian cabang lombanya agar tidak mengikuti dua atau lebih cabang lomba yang bertabrakan atau melakukan dobel lomba, sesuai ketentuan FASI XIII.
Pendamping dan pengelola unit diharapkan melakukan pemetaan peserta dengan cermat.
Pilihlah cabang lomba yang paling sesuai dengan kemampuan, potensi, minat, dan kesiapan masing-masing santri.
Sebab dalam FASI, yang paling utama bukan sekadar mengejar piala, tetapi menemukan keberanian anak untuk tampil, belajar, berproses, dan memberikan yang terbaik karena Allah.
? Ada Revisi Penting pada JUKLAK FASI XIII DIY
BADKO TKA-TPA DIY telah menyampaikan pemberitahuan revisi JUKLAK FASI XIII melalui surat nomor: pemberitahuan revisi juklak
52/B/BADKO-DIY/VIII/2026
Tanggal: 6 Agustus 2026 / 23 Safar 1448 H
Beberapa revisi penting tersebut adalah:
1. Perubahan ketentuan usia peserta
Sebagaimana dijelaskan di atas:
TKA: 4–7 tahun
TPA: 7–12 tahun
TQA: 12–15 tahun
Perhitungan usia dilakukan pada 1 Juli 2027.
2. Perubahan dokumen pembuktian unit
Peserta merupakan santri dari unit yang terdaftar di BADKO TKA-TPA DIY dan dibuktikan dengan Piagam Pendirian unit TPA terbaru.
3. Kesempatan pengajuan Piagam Pendirian
Unit yang belum memiliki Piagam Pendirian terbaru dapat segera mengajukan melalui:
s.id/InputDataUnit
4. Perubahan teks Ikrar Santri
Pada poin nomor 1, teks yang sebelumnya berbunyi:
“Selalu shalat awal waktu”
direvisi menjadi:
“Selalu shalat di awal waktu.”
5. Mars TKA-TPA menjadi lagu wajib lomba Nasyid Islami TKA
Lagu wajib pada lomba Nasyid Islami TKA adalah:
Mars TKA TPA / Mars TK Al Qur’an
dengan pencipta Tasyfirin Karim.
Lirik lagu tercantum pada lampiran pemberitahuan revisi JUKLAK FASI XIII.
? Lirik Mars TKA TPA / Mars TK Al Qur’an
Ciptaan: Tasyfirin Karim
Kamilah santri TK Al-Qur’an
Rajin belajar giat beramal
Qur’an di tangan jadi pedoman
Kita sambut kebangkitan Islam
Qur’an di tangan jadi pedoman
Kita sambut kebangkitan Islam
Bila kau jauh dari Al-Qur’an
Hidup laksana dalam gulita
Tiada pedoman tak tentu arah
Dunia akhirat tidak bahagia
Tiada pedoman tak tentu arah
Dunia akhirat tidak bahagia
Bila kau s’lalu dengan Al-Qur’an
Hidupmu pasti akan bahagia
S’lamat di dunia damai sejahtera
Di akhirat mendapat surga
S’lamat di dunia damai sejahtera
Di akhirat mendapat surga
? Mari Bersiap Sejak Sekarang
FASI XIII adalah perjalanan panjang yang dimulai dari langkah-langkah sederhana: memeriksa usia, melengkapi administrasi, memastikan legalitas unit, memilih cabang lomba, dan mempersiapkan santri dengan penuh kesungguhan.
Jangan menunggu waktu semakin dekat.
Mari kita rapikan data, lengkapi dokumen, pahami JUKLAK, dan siapkan anak-anak kita dengan sebaik-baiknya.
Sebab setiap anak memiliki cahaya dan potensi yang berbeda. Ada yang bersinar melalui lantunan ayat suci, ada yang melalui hafalan, adzan, pidato, nasyid, kaligrafi, atau berbagai cabang lomba lainnya.
FASI bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara.
FASI adalah tentang bagaimana kita menanamkan keberanian kepada anak-anak untuk tampil, kecintaan kepada Al-Qur’an untuk terus tumbuh, dan akhlak mulia untuk menjadi bekal sepanjang kehidupan.
Dari masjid-masjid kecil, dari TKA-TPA di sudut-sudut kampung, dari tangan para ustadz dan ustadzah yang tak pernah lelah membimbing, semoga lahir generasi Qur’ani yang kelak menerangi negeri.
Mari siapkan santri terbaik.
Mari kuatkan TKA-TPA.
Mari bersama menyongsong FASI XIII DIY.
Semoga setiap ikhtiar menjadi amal, setiap latihan menjadi pembelajaran, dan setiap langkah anak-anak kita menuju FASI menjadi jalan tumbuhnya generasi Qur’ani yang berakhlak, berprestasi, dan membawa cahaya bagi masa depan.
BADKO TKA-TPA
Daerah Istimewa Yogyakarta
11 Aug 2026
Baca Selengkapnya
berita
Pendataan dan Updating Data TKA-TPA Tahap Kedua Resmi Dibuka, Mari Pastikan Setiap Unit Terdata
Yogyakarta — Sebuah langkah kecil dalam pendataan hari ini, bisa menjadi pijakan besar bagi masa depan pendidikan Al-Qur’an di Daerah Istimewa Yogyakarta. Setelah melalui proses pendataan tahap pertama, Badan Koordinasi TKA-TPA Provinsi DIY melalui Litbang Badko DIY kembali membuka Pendataan dan Updating Data TKA-TPA Tahap Kedua.
Pendataan bukan sekadar mengisi data. Di balik setiap nama lembaga, alamat unit, jumlah santri, ustadz-ustadzah, serta berbagai informasi yang dicatat, ada cerita tentang perjuangan menjaga nyala Al-Qur’an di sudut-sudut kampung, masjid, mushala, dan lingkungan masyarakat di seluruh DIY.
1.141 Unit Telah Terdata pada Tahap Pertama
Alhamdulillah, proses pendataan pada tahap pertama telah menghasilkan capaian yang menggembirakan. Sebanyak 1.141 unit TKA-TPA di Daerah Istimewa Yogyakarta telah terdata dan sertifikat telah diterbitkan.
Capaian tersebut tersebar di lima wilayah DIY, dengan rincian:
Kabupaten Bantul: 338 unit
Kabupaten Sleman: 302 unit
Kabupaten Kulon Progo: 253 unit
Kota Yogyakarta: 136 unit
Kabupaten Gunungkidul: 112 unit
Angka tersebut bukan sekadar angka. 1.141 unit berarti 1.141 ruang perjuangan, 1.141 tempat anak-anak belajar mengeja ayat demi ayat, dan 1.141 ikhtiar untuk menjaga generasi Qur’ani tetap tumbuh di Yogyakarta.
Kini, perjalanan itu dilanjutkan.
Tahap Kedua Resmi Dibuka
Bagi seluruh unit TKA-TPA di DIY yang belum melakukan pendataan maupun yang perlu memperbarui data, diharapkan segera mengikuti Pendataan dan Updating Data Tahap Kedua.
Berdasarkan pemberitahuan yang disampaikan, batas waktu pendaftaran dan updating data adalah:
MAKSIMAL 30 OKTOBER 2026
Kesempatan ini menjadi momentum bagi setiap unit untuk memastikan bahwa data lembaganya tercatat secara akurat, lengkap, dan terpercaya.
Sebab, data yang baik bukan hanya berguna untuk hari ini. Data tersebut menjadi bagian penting dalam membaca kondisi pendidikan Al-Qur’an di DIY, menyusun program pembinaan, menentukan arah kebijakan, serta menghadirkan pelayanan yang lebih tepat bagi lembaga-lembaga TKA-TPA.
Mengapa Pendataan dan Updating Ini Penting?
Pertama, menghadirkan data yang akurat.
Data yang lengkap dan terpercaya akan membantu menggambarkan kondisi TKA-TPA di seluruh wilayah DIY secara lebih nyata.
Kedua, membangun sistem yang lebih terintegrasi.
Pendataan yang tertib akan memudahkan proses administrasi dan pengelolaan informasi lembaga.
Ketiga, mendukung kebijakan yang tepat sasaran.
Data yang kuat menjadi salah satu pijakan dalam menyusun program, pembinaan, dan berbagai kebijakan untuk kemajuan TKA-TPA.
Keempat, memperkuat langkah bersama.
Semakin lengkap unit yang terdata, semakin utuh pula gambaran gerakan pendidikan Al-Qur’an di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Karena itu, kepada seluruh unit TKA-TPA di Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta, mari jangan menunggu hingga batas waktu tiba.
Segera lakukan pendaftaran dan updating data.
Pastikan lembaga kita hadir dalam pendataan ini. Pastikan ikhtiar kita tercatat. Pastikan keberadaan TKA-TPA kita menjadi bagian dari peta besar perjuangan pendidikan Al-Qur’an di DIY.
Mari menata data, meneguhkan langkah.
Dari data yang akurat, lahir kebijakan yang tepat.
Dari kebijakan yang tepat, tumbuh pembinaan yang kuat.
Dan dari pembinaan yang kuat, insyaallah lahir generasi Qur’ani yang hebat.
Semoga Pendataan dan Updating Data Tahap Kedua ini berjalan lancar, menjangkau seluruh unit TKA-TPA di DIY, serta menjadi jalan bagi semakin baiknya pembinaan dan pengembangan pendidikan Al-Qur’an.
Ya Allah, berkahilah setiap langkah para ustadz dan ustadzah yang telah menjaga cahaya Al-Qur’an. Mudahkan setiap proses pendataan, sempurnakan ikhtiar ini, dan jadikan setiap data yang tercatat sebagai bagian dari amal jariyah untuk lahirnya generasi yang mencintai Al-Qur’an, mengamalkannya, dan meneruskan cahaya kebaikan kepada generasi berikutnya.
Mari bersama melanjutkan langkah, menuju pendataan TKA-TPA DIY yang lebih akurat, terstruktur, dan bermanfaat.
Pendataan & Updating Data TKA-TPA Tahap Kedua
Batas akhir: 30 Oktober 2026
Litbang Badko TKA-TPA DIY
Sumber : https://badkodiy.org/
11 Aug 2026
Baca Selengkapnya
berita
BADKO TKA-TPA DIY menerbitkan revisi Petunjuk Pelaksanaan FASI XIII tingkat Provinsi DIY
Yogyakarta, 6 Agustus 2026 — Badan Koordinasi TKA-TPA Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BADKO TKA-TPA DIY) menerbitkan pemberitahuan revisi Petunjuk Pelaksanaan (JUKLAK) Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) XIII tingkat Provinsi DIY.
Pemberitahuan tersebut ditujukan kepada Ketua Umum BADKO TKA-TPA Daerah se-DIY melalui surat Nomor 52/B/BADKO-DIY/VIII/2026. Revisi ini disampaikan sebagai penyesuaian terhadap JUKLAK FASI XIII DIY yang sebelumnya telah beredar.
Salah satu poin penting dalam revisi tersebut adalah perubahan ketentuan usia peserta. Untuk kategori TKA, peserta ditetapkan berusia 4 sampai 7 tahun pada tanggal 1 Juli 2027. Sementara itu, peserta kategori TPA berusia 7 sampai 12 tahun, dan kategori TQA berusia 12 sampai 15 tahun pada tanggal yang sama.
Selain ketentuan usia, BADKO TKA-TPA DIY menegaskan bahwa peserta FASI XIII harus merupakan santri TKA, TPA, atau TQA yang berada di bawah unit yang terdaftar di BADKO TKA-TPA DIY. Persyaratan tersebut dibuktikan dengan melampirkan Piagam Pendirian Unit TPA terbaru yang dikeluarkan oleh BADKO TKA-TPA DIY.
Bagi unit TPA yang belum memiliki piagam pendirian terbaru, BADKO TKA-TPA DIY memberikan kesempatan untuk mengajukan piagam dengan melakukan pengisian data melalui tautan s.id/InputDataUnit.
Revisi juga mencakup teks Ikrar Santri. Pada poin pertama, kalimat “Selalu shalat awal waktu” diubah menjadi “Selalu shalat di awal waktu”. Perubahan ini menjadi bagian dari penyesuaian materi yang harus diperhatikan oleh peserta dan panitia FASI XIII.
Selain itu, terdapat penyesuaian pada lomba Nasyid Islami TKA. Lagu wajib yang digunakan adalah Mars TKA TPA/Mars TK Al-Qur’an karya Tasyrifin Karim, dengan lirik sebagaimana tercantum dalam lampiran surat pemberitahuan revisi tersebut.
Dengan adanya revisi ini, seluruh BADKO TKA-TPA Kabupaten/Kota se-DIY diharapkan dapat segera menyesuaikan persiapan dan pendataan peserta FASI XIII sesuai ketentuan terbaru. Surat pemberitahuan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum BADKO TKA-TPA DIY H. Suprapto, S.Ag., M.A. dan Sekretaris Umum Fajar Wijanarko, S.T., tertanggal 6 Agustus 2026.
11 Aug 2026
Baca Selengkapnya
Galeri Foto Rayon
Album Terbaru
Sarasehan Seputar TPA Bersama Wali Santri TPA Al Farobi Karangmojo
Sambutan Ketua Umum
Info Deadline Pendataan Unit TPA
Penyerahan Sertifikat KMI#1 Tahun 2026 dan Halaqah Ke-1Alumni KMI#1 Tahun 2026
Galeri Video Rayon
Video Kegiatan
Musyda 2025
Mars dan Hymne TKA-TPA
Mars TKA-TPA Jingle Record Cover (Karaoke Version)